Confashion!

14 Jan

Karya-karya terbesar berawal dari mimpi dan harapan yang besar. Hal ini terbukti nyata dalam dunia mode Indonesia yang kian giat menampilkan beragam koleksi. Berangkat dari ambisi dan mimpi tersebut, 25 tahun yang lalu IPBMI hadir, sebagai wadah bagi para perancang mode untuk mengungkapkan aspirasi dan menyuarakan sebuah perubahan bagi dunia mode yang kala itu masih mencari bentuk. Dalam perkembangannya, IPBMI pun bertransformasi menjadi IPMI, suatu organisasi mode yang diakui mampu secara konsisten menorehkan berbagai warna dalam sejarah mode Indonesia.

Sebagai bagian dari peringatan 25 tahun berdirinya IPMI, tahun ini organisasi mode tersebut membagi sebagian kisahnya dalam Confashion! Pameran yang diadakan di Promenade Senayan City sejak 13 Januari ini meruapakan suatu penggambaran proses unik yang dilalui sebuah inspirasi hingga membentuk sebuah koleksi. Pada permulaan adalah sketsa, inilah dunia bagi para perancang yang mengarahkan, dan menentukan acuan. Kemudian lahirlah pola, yang memungkinkan pengkajian ulang, kesinambungan dan interupsi. Kemudian kain, inilah tahap yang penting untuk tahap keberanian dan resiko. Kemudian para model berdatangan, tahap tentative yang pertama sebelum bergabung dengan yang lain untuk membentuk sebuah koleksi, yang kemudian ditampilkan dalam bentuk fashion show kepada para pecinta mode.

Pameran ini memuat kaleidoskop berbagai koleksi yang menghantarkan langkah dunia mode Indonesia, untuk menjadi pusat perhatian di negeri sendiri dan berjuang mengambil tempat terhormat di mata dunia internasional. Dalam Confashion! tersaji berbagai pernik milik Adesagi Kierana, Adrianto Halim, Ari Seputra, Barli Asmara, Carmanita, Chossy Latu, Dandy Burhan, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Era Soekamto, Edward Hutabarat, Ghea Panggabean, Hutama Adhi, Itang Yunasz, Kanaya Tabitha, Liliana Lim, Maartri Djorghi, Oscar Lawalata, Priyo Oktaviano, Rusly Tjhonardy, RM Prayudi, Sally Koeswanto, Sebastian Gunawan, Stephanus Hamy, Susan Budiharjo, Susie Hedijanto, Syahreza Muslim, Sutanto Danuwidjaja, Thomas Sigar, Tri Handoko, Tuty Cholid, Valentino Napitupulu, Widhi Budhimulia dan Yongky Budisutisna.

Confashion! menghadirkan sekelumit dari perjalanan panjang IPMI sebagai sebuah organisasi, rangkuman berbagai kisah individu, tentang kerja keras, kreatifitas, ketelitian dan dedikasi tinggi. Sebuah kisah bagaimana perubahan berawal dari mimpi dan ambisi yang ditopang oleh kerja keras.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: